Rabu, 16 Desember 2009

Perbedaan Thermistor dan RTD (Resistance Temperature Detector)


apa itu Thermistor??..

adalah alat atau komponen atau sensor elektronika yang dipakai untuk mengukur suhu. Prinsip dasar dari termistor adalah perubahan nilai tahanan (atau hambatan atau werstan atau resistance) jika suhu atau temperatur yang mengenai termistor ini berubah. Termistor ini merupakan gabungan antara kata termo (suhu) dan resistor (alat pengukur tahanan).

Termistor ditemukan oleh Samuel Ruben pada tahun 1930, dan mendapat hak paten di Amerika Serikat dengan nomor #2.021.491. Ada dua macam termistor secara umum: Posistor atau PTC (Positive Temperature Coefficient), dan NTC (Negative Temperature Coefficien). Nilai tahanan pada PTC akan naik jika suhunya naik, sementara NTC justru kebalikannya.

Apa itu RTD (Resistance Temperature Detector)??..

RTD adalah resistance temperature detector, sensor ini akan menghasilkan perubahan resistance seiring dengan perubahan temperature.Nilai tahanan akan sebanding dengan besar temperatur yang diukur. Semakin suhunya tinggi, nilai resistansinya akan meningkat.
Rumus yang dipakai :
R = apha * (T – To) + Ro
alpha : koefisien metal (pada temperatur resistansi) [/*C]

Kebanyakan RTD terbuat dari platium dengan baseline resistansi 100 Ohm pada 0 ºC.
Pada setting ini, RTD mempunyai perubahan resistansi sebesar 0.3729 Ω/ºC.



Perbedaan

Thermistors

  1. materi yang digunakan dalam sebuah thermistor umumnya keramik atau polimer

  2. Suhu Tanggapan thermistors biasanya mencapai tingkat yang lebih presisi dalam rentang suhu terbatas.



RTD

  1. materi yang digunakan adalah logam murni

  2. Suhu Tanggapan RTD berkisar lebih besar



sumber:
http://www.lasermonitoring.co.uk/Pt100%20Temperature%20Probe.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Termistor

http://blog.beswandjarum.com/widyana/2009/10/30/thermistor-itu-apa-ya/




Tidak ada komentar: